Ketum Perbati ingatkan persaingan ketat di SEA Games Thailand 2025

Ketum Perbati ingatkan persaingan ketat di SEA Games Thailand 2025

Ketua Umum Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) Ray Zulham Farras Nugraha meminta seluruh petinju Indonesia untuk bersiap menghadapi persaingan ketat di SEA Games Thailand 2025 yang berlangsung mulai 10 hingga 19 Desember.

Untuk menghadapi kejuaraan multievent se-Asia Tenggara tersebut, Perbati mengirimkan para atletnya menjalani pemusatan latihan di Vietnam dan Uzbekistan mulai awal September mendatang.

“Jangan pernah berpuas diri atas yang telah dicapai, tetapi terus tingkatkan latihan dan jalankan seluruh program yang telah disusun pelatih sehingga bisa mencapai prestasi lebih baik lagi. Karena, persaingan di SEA Games 2025 itu bakal ketat apalagi cabang olahraga tinju menjadi andalan tuan rumah Thailand,” kata Ray Zulham Farras Nugraha dalam keterangan resmi, Rabu.

Menurut Ray, para petinju Indonesia memang membutuhkan lawan yang sangat berkualitas dalam pemusatan latihan SEA Games, oleh sebab itu dua negara yakni Vietnam dan Uzbekistan dipilih sebagai tempat untuk latihan.

Pada ajang SEA Games Thailand 2025 nantinya akan memperebutkan total 17 medali emas dengan mempertandingkan sembilan kelas putra dan delapan kelas putri.

Tim tinju Indonesia nantinya akan menurunkan total 13 kelas meskipun mendapatkan kuota 16 kelas pada ajang yang memasuki edisi ke-33 ini.

“Kami nantinya hanya menurunkan petinju di 13 kelas saja dan nama-namanya akan diumumkan nanti. Yang pasti, mereka yang terbaik pasti akan masuk dalam Kontingen Indonesia,” kata Ray.

Terkait dengan target, Ray mengungkapkan bahwa tim Merah Putih setidaknya bisa menggondol satu medali emas pada kejuaraan yang berlangsung di Bangkok, Thailand ini.

Menjelang SEA Games 2025, tim Indonesia mendapatkan modal berharga setelah merebut enam medali di Taipei City Internastional Boxing Tournament 2025.

Enam medali yang diraih yakni tiga medali emas disumbangkan Nila Maharani (kelas bulu putri), Maikhael Robet Muskita alias Muskita (kelas berat ringan), dan Asri Udin (kelas ringan) yang juga meraih gelar petinju terbaik.

Lalu, dua perak lewat penampilan Israellah A B Saweho (kelas minimum putri) dan Aldom Sugoru (kelas bantam) serta satu medali perunggu yang diraih Huswatun Hasanah (kelas ringan putri).

“Kami bangga dengan perjuangan anak-anak di Taipei. Ini adalah bukti bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan pembinaan yang konsisten, tinju Indonesia bisa kembali berjaya,” ujar Ray.

kas138 daftar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*